Note: The web browser you're using could not find or did not use our style and presentation information..
 

Archive for the 'What's News' Category

Newly Revamped Bali General Contractor Web Site

Tuesday, August 5th, 2008

May & Lou International, a Bali based general contractor services provider, wanted their website to be re-created after several years using a previous website design. It was an existing older web site design we enhanced to a more acceptable level. Still it was a patched and repatched website that built on old-fashioned inline CSS, with tables in unmanageable number nested in each and every page. It was so cumbersome to maintain!

Redesign background

prev design of May & Lou websiteAlthough have several times in the past patched and polished, the major complaints about the old design was classic: tired with the light blue background, the current logo not mixed well with the web site colors, the form was easily abused by spambots, the styling was not centralized, not simple to maintain. As being reputable to succeed in creating clean, simple yet modern & polished website, not to count being the current maintainer of the web site itself, Duranos was tasked for the project by May & Lou.

Conceptual web site design

Modern, straightforward, minimalistic and simplicity are amongst the bottomline guidance we use in conceptualizing the new web design. We apply web standards as one of our mainstream & belief on how website should be constructed. In case you wonder why adopting web standards is important and why standard compliant web sites are desireable you can read the benefits here

The new website design

new design of May & Lou websiteThe new look of the revamped website was very well accepted by May & Lou. The company like all the design & improvements ever done on the website: the design is now simple, minimalistic yet modern like expected, the navigation is consistent & easy to follow, the automatic spambots form submission is effectively gone, the website applies the current web industry’s standards in its construction and coding hence loaded faster and optimized for search engines & human visitors alike.

Kacaukan Bandwidth & Web Statistik, Antivirus AVG Terbaru Tunai Protes

Monday, July 7th, 2008

Fasilitas terbaru software antivirus generasi terbaru AVG menunai kritik dan protes dari para pemilik situs web yang data statistiknya menjadi terganggu. Belum lagi masalah beban bandwidth dan load server yang mendadak melonjak drastis.

Sebelumnya diberitakan catatan statistik kunjungan beberapa situs web tiba-tiba naik berlipat-lipat oleh pengunjung yang memakai web browser Internet Explorer 6.0. Belakangan diketahui semua itu disebabkan oleh kunjungan LinkScanner, fitur baru yang terinstall di dalam antivirus AVG versi 8.0, yang tadinya dimaksudkan untuk membantu pemakainya mengecek hasil searching yang ditampilkan search engines, dengan mengunjungi masing-masing link dan memberi peringatan jika link ybs potensial merupakan sarang virus, worm, adware, dll.

Teknologi LinkScanner biang perkara ini yang dibeli AVG dari Exploit Prevention Labs memiliki fitur yang disebut Search-Shield yang ketika pemakai melakukan pencarian search engines akan secara otomatis mengecek hasil yang didapatkan dari search engines dengan mendownload halaman web tujuan dan menscan hasilnya.

Seperti diketahui web browser Internet Explorer 6.0 merupakan sasaran empuk para pembuat virus, worm dan adware, dimana banyak sekali lubang keamanan yang bisa ditembus hanya dengan berkunjung ke suatu website penanam virus tersebut. Sehingga rupanya LinkScanner berharap para situs web jahat itu akan menunjukkan sifat aslinya dengan berpura-pura sebagai mangsa empuk ini.

AVG, perusahaan antivirus dari Czech ini berkilah mereka tidak mengantisipasi bahwa efek beban dan kekacauan statistik yang disebabkan LinkScanner akan sedemikian besar, akibat jumlah pemakai free AVG baru yang mencapai jutaan di seluruh dunia.

Kini AVG sudah mengeluarkan patch update untuk LinkScanner yang akan membuat sistem pengecekan tidak menghasilkan trafik dan bandwidth tinggi bagi situs web yang diteliti.

Pengindexan File Flash Kini Makin Canggih

Tuesday, July 1st, 2008

Kabar baik bagi para pengembang dan pemakai Adobe Flash, Google dalam official blog mereka menulis tentang kemajuan yang mereka capai dalam pengindexan, - ini proses search engine dalam “membaca” & menyimpan data yang mereka temukan ketika “jalan-jalan” (crawling) di dunia maya untuk dapat dicari kembali dengan cepat -, file-file Flash yang sering dipakai sebagai animasi, interaktif menu pada berbagai halaman web tertentu.

Sebelumnya sering timbul keragu-raguan pada para designer dan pengembang web untuk memakai Flash, walaupun misalnya dibutuhkan pada proyek web yang sedang dikerjakan, karena keterbatasan kemampuan mayoritas search engines dalam mengindex file-file ini.

Ketidakmampuan di-index ini merugikan karena segala sesuatu informasi yang ada di dalam animasi Flash atau menu Flash menjadi tidak kasat mata oleh semua search engines, akibatnya informasi relevan yang terkandung di dalamnya tidak dapat ditemukan oleh surfer web yang membutuhkannya.

Flash yang merupakan aplikasi de-facto dunia maya untuk animasi yang atraktif, interaktifitas, streaming movie, mulanya dikembangkan oleh Macromedia (sekarang sudah diakuisisi Adobe) untuk memenuhi kebutuhan interaktifitas di dunia web. Untuk menampilkan file Flash dibutuhkan plug-in Flash Player yang umumnya terpasang di mayoritas (lebih dari 90%) web browser.

Kemampuan untuk ditampilkan dengan baik di hampir semua web browser, serta kemampuan untuk membangun aplikasi web skala penuh di atasnya, sebenarnya sangat menarik para developer web untuk memanfaatkan Flash, namun sifat “non index-able” tersebut di atas sudah cukup drastis mengurangi minat pemakaian Flash hanya untuk aplikasi web yang benar-benar membutuhkannya, misalnya Flash video atau FLV, ini format video streaming seperti yang dipakai di situ YouTube.

Berita kemajuan teknologi Google ini tentunya sangat melegakan para developer web untuk perlahan-lahan mulai tidak ragu untuk memakai Flash sebagai solusi interaktifitas yang mereka butuhkan.

Google Menyediakan Teknologi Iklannya Untuk Dipakai Yahoo!

Friday, June 13th, 2008

Google mengumumkan kesepakatan yang dicapai dengan Yahoo! untuk menyediakan akses ke teknologi iklan AdSense. Kesepakatan ini bersifat non-eksklusif dan tidak mengikat, dimana Yahoo! dapat menggabungkan teknologi “pinjaman” ini dengan teknologi lain milik sendiri ataupun pihak ke-3 lainnya.

Teknologi iklan terkemuka AdSense inilah yang membuat Google menjadi yang terdepan dalam kemampuan menampilkan iklan-iklan yang paling relevan untuk suatu pencarian di search engine ataupun untuk menampilkan iklan paling relevan untuk ditampilkan pada suatu halaman web acak berisikan informasi tertentu yang diberikan.

Dalam kesepakatan berdurasi 10 tahun ke depan ini, 4 tahun pertama durasi awal, dan 2x 3 tahun yang dapat diperpanjang secara optional sesuai permintaan Yahoo, yang nilai finansialnya tidak diumumkan, Google juga akan menikmati fasilitas dibukanya hubungan komunikasi antara Yahoo Messenger dengan Google Talk, merek messenger milik Google.

Dalam blognya, Google menyatakan motivasi mereka untuk melakukan kerjasama dengan Yahoo! ini diantaranya adalah:

  • membantu customer iklan Yahoo! mendapatkan iklan relevan yang lebih akurat sehingga semua pihak diuntungkan
  • untuk tetap menghidupkan kompetisi yang akan membantu Google & Yahoo menjadi semakin maju,

Google sebelumnya diberitakan akan memberikan insentif kepada Yahoo! jika menolak tawaran pembelian saham dari Microsoft ketika penawaran tersebut sedang hangat-hangatnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Yahoo yang walaupun memiliki banyak portal web terbaik dengan jumlah pengunjung termasuk yang terbanyak di dunia, dikabarkan sedang mengalami masalah penurunan revenue yang terjadi secara kronis dan sistematis, sehingga memaksa Yahoo dan para pemegang sahamnya mencari berbagai alternatif solusi, termasuk mengganti management, opsi penjualan saham, merger atau kerja sama dengan kompetitornya, maupun lebih fokus pada bagian unit usaha yang potensial menghasilkan profit.

Analysts: Windows Vista to Collapse

Saturday, April 12th, 2008

Windows VistaMichael Silver and Neil MacDonald from Gartner analysts told a conference audience on last April 10 that Microsoft Windows operating system is collapsing unless Microsoft making radical changes to it or risk becoming dead. Silver and MacDonald specifically pointed out the slow adoption rate by businesses, just 6% to date, and the fact that the Vista code base is “so large”, which means changes take years, and only “high end” computers can really take advantage of it.

Apple introduced its iPhone running OS X, but differently, Microsoft requires another new operating system for handhelds because Windows Vista or Windows XP is too large, which makes application development, support and the user experience all more difficult.

Today’s trend for most early adopters, only the web browser is increasingly part of the operating system that matters. Windows in its entire operating system is not really that relevant any more, just because of the increasing utility of online (office) applications like Google Docs or the free open source Open Office suite, which competes with Microsoft Office. Vista could have been perfect but it still wouldn’t matter, but the fact that it is flawed only makes the situation worse(!).

Microsoft makes most of its revenue on sales of software that sit on desktop computer. Estimated $15 billion a year for Windows alone plus another $16 billion for Office and Exchange Server in 2007. That’s 60% of Microsoft’s total revenue, and profits from those groups float the rest of the company. This basically tells Microsoft relies very heavily on their consumer and business desktop software profits. Even If Windows and Office were perfect, would they be enough to keep Microsoft relevant in the medium term? The answer to that question might be still no. That is probably the single reason why Microsoft want to buy Yahoo so badly, online advertising revenue is Microsoft only real hope of long term survival.

Microsoft has recently granted Windows XP Home a reprieve from its June 30 OEM cut-off, saying it would let computer makers install the older, smaller operating system on ultra-cheap laptops through the middle of 2010. It will also add a hypervisor to Windows, albeit the server version, in August, and there are signs that it will launch Windows 7, the follow-on to Vista, late next year rather than early 2010. During its announcement yesterday Microsoft would extend the availability of Windows XP Home for low-cost laptops, Microsoft said it would retire the operating system only after June 30, 2010, or one year after the release of Windows 7, whichever comes later.